mollie’s world

Bye bye, oma…

Posted in sketsa hati by mollie on November 1, 2007

Hari itu berjalan biasa, malam hari di Surabaya yang panas, kost2an sepi pada mudik lebaran. Saya memutuskan tidak pulang karena persiapan ujian yang dengan manisnya nama saya terjadwal 3 hari setelah awal masuk libur panjang, ketimbang ga tenang di rumah, so here I am, sendiri dan kepanasan ga bisa tidur.

Hp saya berbunyi, *Reta? Ada apa adekku satu ini tumben jam setengah sepuluh malem telp?

“Ya, ta? Ada apa non malam2 begini?”
“Mia, oma jatuh dari kamar mandi, trus muntah-muntah ga sadar. Ini lagi di rumah sakit, titip doa ya, sist…”

*Waktu terasa berjalan lambat seketika*

Akhirnya sampai jam 12 belum sadar, oma harus dioperasi karena ada perdarahan di otak. Jam setengah 3 operasi selesai tapi oma masih di ICU. Bahkan sampai kemarin oma belum sadar, tensi masih tidak stabil.

Hari ini, juga berjalan seperti biasa, siang hari di Surabaya, tidur2an di kamar, hp saya kembali berbunyi, Reta telp lagi.
“Halo dek…” *Yes, I knew what she was going to say”
“Mia, oma udah berangkat, jam setengah 3 tadi”
“…….”
“Mia mau doa buat oma? Ini telpon reta taruh di kuping oma”
“……, Nggak deh ta, aku doa sendiri aja, tetep tabah ya”
“Iya, keep prayin ya, nanti reta kabarin lagi”

Ya, saya tau berita ini akan datang kapan saja, hanya tidak menyangka bakal datang secepat itu. Saya tidak tau harus berdoa apa, hanya duduk terdiam, tanpa terasa pipi saya basah.

“Tuhan, tak terbatas kasih setiaMu, Kau tau apa yang terbaik untuk kami lebih dari apa yang kami bisa bayangkan. Jaga oma ya, Tuhan. Terima kasih Kau telah memberikan kami seorang oma yang menjadi panutan bagi kami semua, oma yang baik dan selalu care dengan cucu-cucunya.”

Oma sudah tidak bersama dengan kami semua, tapi kenangan itu ada dan akan tetap ada. Bagaimana kecerewetannya sedari saya kecil, kalau makan rambut harus diikat agar tidak kotor. Jam 4 sore sudah harus mandi, kuku ga boleh panjang, tidak boleh makan di tempat tidur. Pokoknya hidup dengan oma ini penuh dengan aturan hidup bersih, steril dan hygienis ;)
Entah kenapa oma begitu peduli dengan yang namanya kesehatan, sehingga beliau mengharapkan kalau bisa semua cucu2nya jadi dokter. Oma juga selalu rutin membaca jurnal kesehatan, padahal saya aja kalo ga ada tugas, jarang banget nyentuh yang namanya dental journal ;P

Malah terkadang pinteran oma ketimbang kami kami para cucu ;) tapi sering timbul masalah sendiri gara2 ‘kepintaran’ oma. Suatu ketika oma sariawan dan radang tenggorokan, berkumur-kumurlah oma dengan Betadine. Saking disiplin dan tekun, dipakainyalah betadine itu sampai habis satu botol padahal mestinya pemakaian dianjurkan hanya 4-5 hari saja. Akibatnya flora normal rongga mulut juga ikut teler kena betadine, sehingga lidah oma malah terkena jamur gara2 keadaan mulut yang tidak seimbang. Duh duh duh, omaku ini…

Hobi saya yang kata teman2 saya ‘oma oma banget’, mungkin juga gara2 sejak kecil terbiasa melihat oma merajut. Oma bisa duduk sambil merajut berjam2 depan tv melihat acara kegemarannya yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan berita, jangan harap liat oma saya nonton sinetron. ;) Saya jadi ketularan punya hobi yang berhubungan dengan benang, terutama kristik, kalau merajut itu susahnya setengah mati, sehingga kerajinan tangan saya ketika kelas 3 SD, dibuatkan oma saya tercinta. ;) Beliau juga sering membuatkan saya tas rajutan dan boneka2 rajutan yang rapiiii banget, tak jarang teman saya meminta oma untuk dibuatkan tas serupa.
Bahkan waktu saya SMA, oma sudah menyiapkan segepok taplak renda2 rajutan, untuk dipajang di rumah ketika saya sudah menikah kelak :P

Tidak semua hal2 bagus dari oma yang menurun pada saya…
Hal lain yang sangat menonjol dari oma adalah kerapiannya menyimpan barang. Nah, klo ini bukan saya banget deh. Barang penting aja bisa hilang kalo saya yang pegang. Sedangkan oma, bedak dan sabun2 sisa kepunyaan mama saya saja masih beliau simpan, itu pun masih ditaruh dalam kotak dan dibungkus tas plastik.
Terlalu banyak yang bisa diceritakan dari seorang Min Sekarwati.

I’m gonna miss her…
We all gonna miss her…
Segala keluh kesah tentang kesehatannya, kekhawatirannya, kecerewetannya dan gelak tawa itu tidak ada lagi…
Selamat jalan, omaku sayang…

200169885-0011.jpg- Oma selalu ada dalam hati kami semua ; mia, sani, areta, deo, adrian, lia, abe, ale, jane, sania-

Fatsy mode on

Posted in sketsa hati by mollie on July 23, 2007

poto.jpg*Beratku 54! Matiiiii deh!! Ini beratku paling gawat seumur-umur*
Pikiran yang terlintas saat kemarin menimbang  di tempat teman saya. Mestinya tanpa menimbang, tahu juga sih ukuran saya semakin menggembung, terbukti dengan celana baru dibeli sudah agak2 ketat di beberapa bagian tertentu. Huks.. :(

Padahal badan saya dari jaman SD sampai kuliah semester awal itu kering kerontang. Naikin berat badan itu susah banget! Mau makan oink oink tiap hari juga teteup aja 46 kg. Plus lagi sedari saya SD ampe SMA tiap pagi dicekokin ama 1 mug susu dan minum scott’s emulsion. Dipikir2 aneh juga, padahal sekarang saya ngekos, bukan yang bisa ambil makanan tiap saat tiap waktu di kulkas seperti di rumah. Apa gara-gara semakin tua metabolisme tubuh tambah lambat ya? Hihi.. Apa jadinya kalo saya udah jadi oma-oma?

Nafsu makan saya juga melonjak tajam.
Masa makan saya lebih banyak ketimbang dia?
Seperti minggu lalu contohnya, pas pulang gereja saya sudah langsung kepikiran makanan dan mengajaknya makan coto makasar. Oia lupa, pas di parkiran saya membeli 2 bungkus kacang goreng ;) Sesampainya di tempat makan, setelah memesan coto 2 porsi, i can’t help my self untuk tidak mengambil krupuk dan telur rebus *tolooong*
Jadinya pas bayar di kasir, pesanan saya coto 1, telur 1, krupuk 1, buras 2, sedangkan dia, coto 1 dan buras 1. *lama-lama beneran bisa jadi pasangan kodok ni, yang betina lebih besar* :(

Pokoknya segala sesuatu terlihat lebih menggiurkan beberapa bulan belakangan ini, mulai dari mi goreng indomi kek, nasi padang yang hard to resist, bebek goreng, bahkan nasi putih dengan pindang goreng aja bisa nambah 2x, duh semuanya deh pokoknya. Gawat!!

Cerita hujanku

Posted in sketsa hati by mollie on April 10, 2007

Hujan, biasanya membawa cerita tersendiri bagi saya.
Saat gerimis mengundang, terbayang saya duduk di sofa empuk yang nyaman diiringi alunan suara Sade sambil menyeruput segelas mocca hangat. Whatta lovely day…
Atau ketika hujan deras, gambaran yang ada di otak, saya sedang berada di kamar hotel, selimutan, nonton sitkom plus semangkuk popcorn caramel Ace Hardware *saya ga tau nama popcorn ini, yang jelas tiap belinya pasti di Ace Hardware :) *
Nah, yang saya sebut di atas itu ya khayalan saya yang kerap kali hadir jika hujan turun. Kenyataannya saat gerimis saya biasanya ngendon di kamar kost sambil baca novel, demikian pula saat hujan deras kalo ga baca ya tidur.
Tapi tidak demikian halnya seminggu yang lalu…
Tersebutlah kami (3 orang anak kost) kebingungan mencari tempat makan malam karena hujan deras. Mau makan tempe penyet, bisa basah kuyup. Mau makan di depot, pada ga ada uang cash lebih dari 5rb perak. Mau ambil ATM dulu, males, hujannya bo’ deres banget.
“Yawdah, makan pake credit card aja deh, jadi sekalian ke Mall”
Dan akhirnya kami memutuskan untuk makan di salah satu restoran di Galaxy Mall.
“So? Makan apa nih enaknya?”
“Ya, antara Ta Wan ama Linkcafe aja, yang lain kan kita udah pernah nyoba”
“Aku lagi malas makan chinese food nih”, ujar salah seorang teman saya
“Yawdah coba di Linkcafe aja kan belum pernah”

Hukeh…
Akhirnya duduklah kami bertiga di restoran yang mengkhususkan jual masakan Indonesia ini. Interiornya lumayan bagus dan cukup ramai juga, mungkin banyak orang Surabaya yang bernasib sama dengan kami.
Setelah duduk manis, ambil buku menu, pilih makanan.
*pandang pandangan*
Bukan angka yang menyenangkan bagi anak kost di penghujung bulan..
Mau pesan apa kalo begini harganya?
Sayur asem 10rb. Perkedel jagung 15rb. Sayur urap 15. Ayam goreng sepotong 12rb. Ikan2an 45rb. Nasi 4rb.
“Yah, setidaknya nasi putihnya standar, ga lebih mahal dari papua”
Tapi tetap aja, kami berpikir keras untuk memilih. Akhirnya setelah ga enak diliatin ama mas2 berPDA untuk mencatat menu, kami memesan 3 nasi putih, tumis jagung, sayur asem, bandeng goreng, 2 es teh dan 1 teh manis hangat.
Jreng jreng….
Piring buat kami bertiga datang, tapi hanya digeletakkan begitu saja tanpa diatur.
“Koq ga diaturin sekalian ya? Padahal tempat mahal gini, mestinya pelayanannya juga menunjang dong”
“Iya juga sih, tapi ka, ini juga tempatnya sempit ya, susah makannya nih”
Hmm, bukan awal yang baik untuk menikmati makan malam nih, pikir saya dalam hati.
Dan terbukti.
Nasi pesanan kami datang, ternyata ditempatkan dalam satu bakul alumunium. Porsinya itu loooh, diiiikiiiiitt banget. Bukan gara2 kami kelaparan dan anak kost lho ya, tapi emang amit2 porsinya. *is it better or worse than papua ya?*
Ya sudahlah, mudah2an makanannya masih bisa dipertanggungjawabkan.
Tumis jagungnya datang. Rasanya?
Masih lebih enak jagung bumbu bali buatan saya.
Sayur asem datang. Naaah, akhinya ada yang membuat kami gembira malam ini, rasanya pas. Asemnya, segarnya, hanya porsinya saja yang tidak pas.
Bandengnya belum datang, tapi nasi putih saya tinggal 3 sendok *huks*

Seperti biasa, selesai makan saya meminta tusuk gigi, dan setelah menunggu lama, mbak2nya datang, “maaf mbak, tusuk giginya habis”
“Yeah rite”
Kebulatan tekad kami seusai makan, ini jelas2 kunjungan pertama dan terakhir kami di sini!!!

Hujan hari itu, benar-benar membawa cerita tersendiri buat kami.

Blood is thicker than water

Posted in sketsa hati by mollie on February 5, 2007

200119049-001.jpgBlood is thicker than water…
Saya pernah mendengar quote itu dalam sebuah film, entah apa judulnya, lupa.. Ada benarnya juga kalimat itu, contoh konkritnya berupa hubungan saya dengan Sani, adik saya yang berselisih usia 7 tahun, walau terpaut beda usia yang cukup jauh, hubungan kami cukup dekat satu sama lain. Sejak 2 tahun lalu, ada saja kejadian yang terjadi pada saya terjadi juga padanya, hal itu bisa berupa keberuntungan, dapat pula berbentuk kesialan yang lumayan bikin bete hati dan jiwa.

Diawali dari saya pernah kecolongan HP di kost2an saya yang lama karena keteledoran saya juga sih, membiarkan pintu kost tidak terkunci pada saat ada orang tak dikenal bertandang ke kost. Eh, sekitar sebulanan kemudian N-Gage Sani hilang dicuri waktu ia sibuk latihan basket. Apes…

Saya selingi kejadian menggembirakan deh, saat saya tidak lagi memakai status single di frenster tahun `04 lalu, si Sani ini pun berpacaran berkat hasil mak comblang teman SMAnya… Tetapi oh tetapi, di saat saya kembali mengganti status in a relationship menjadi jomblo, 2 bulan berselang, ia mengikuti jejak saya *benar-benar adik yang toleran* :P

Kecelakaan pertama yang saya alami sejak mengganti mobil beberapa tahun lalu, terjadi saat saya sedang menjadi panitia LO suatu kongres, saat menjemput tamu dari bandara Juanda, mobil saya dicium manis sepeda motor, akibatnya kaca lampu pecah dan bumper belakang pesok. Tahun lalu, Sani mendapat mobil dari bapak tercinta, dan baru dipakai beberapa bulan, mobilnya pun ditabrak, dan hasilnya sama persis. Lampu belakang sebelah kiri pecah serta bumper belakang pesok. Mimpi apa ya kedua orang tua saya ini?

Sampai akhirnya, tahun lalu saya dekat dengan seorang pria Batak, yang sudah saya kenal cukup lama sekitar 6 tahun yang lalu. Pada suatu waktu, saya dikejutkan oleh sms adik saya yang bilang dia lagi ‘pedekate’ dengan cewe Batak yang dikenalnya saat ikut ret reat kampus.
“Buseeeet, apa apa’an nih masa sampe kaya gini kita juga barengan, Lit?” ujar saya kepada Lita, salah seorang sahabat karib saya yang juga orang Batak.
“Haha, yaaaa, seandainya kalian butuh marga nanti, aku siap koq,hehehe, oia, tapi ngomong-ngomong marga si cewe Batak yang ditaksir Sani apa Mol? Jangan bilang kalo Sihombing pisan!”
“Umm.. aku juga lupa nanya Lit, udah kaget-kaget duluan sih waktu dia cerita itu, ntar deh aku tanyain dia”
Yak, dan tentunya sudah bisa ditebak kan? Marga apa yang dimiliki cewe itu… Yeah rite… Like sista like brotha..

Kejadian kami yang terakhir, seperti yang sudah pernah saya singgung di postingan saya sebelumnya, mobil saya untuk yang kesekiankalinya mengalami musibah yang lazim disebut tabrakan! Seminggu yang lalu, kembali lagi bumper belakangnya blesek ditabrak motor.

Mudah-mudahan, kesamaan nasib kami berikutnya merupakan kejadian yang menggembirakan, dan pastinya, no more car accident, please…
Pray for us, will ya?
;)

Belum terlambat kan?

Posted in Uncategorized by mollie on January 16, 2007

“Hai Mol!! Buset deh! Betah ya ngendon di Bali dari Natal ampe tahun baru? Curang!”
Begitulah rata-rata ‘ucapan’ selamat tahun baru teman-teman ketika bertemu saya yang selama dua minggu lebih raib dari peredaran.

Yaaa, mau gimana lagi, bukan maksud hati mencurangi para sahabat, tapi mungkin memang suatu berkah tersendiri jika saya lahir dan dibesarkan di Pulau Bali ;) . Padahal saya ke Bali tujuannya itu ya pulang kampung, bukannya liburan. Toh saya menghabiskan malam tahun baru hanya dengan menonton TV di rumah bersama keluarga.
Ke Kuta? Males ah, jalan Teuku Umar dan By Pass pasti sudah ditutup, macet di mana-mana pasti.
Mau pergi lihat kembang api? Umm… Nggak deh, ABG semua , saya masih tahu diri koq ;) .

Merenung sejenak, ritual tetap saya saat memulai hari di tahun yang baru. Walau rata-rata keinginan, harapan dan rencana masa depan bisa dibilang tak berubah drastis dari tahun sebelumnya, yaaa, ada baiknya saya mengawalinya dengan senyum manis dan pikiran yang positif. Betul ga?

Hmm,… Tidak muluk-muluk sih harapan saya ke depan nanti. Berusaha menjadi anak yang dapat membuat orang tua bangga, menjadi kakak teladan yang mampu membina adik-adik, menjadi teman yang dapat dipercaya, dan bisa menjadi ‘wanita tangguh’ di setiap waktu. Mampukah saya mengejawantahkan apa yang telah saya tulis di atas tadi? Mari kita lihat… *jreng jreng jreng*

Sekilas update hidup saya sampai hari ini di tahun babi api.
Elly, anjing saya sudah siap untuk beranak pinak kembali. Rumah di Bali bakal nambah lagi nih penghuninya.
Berat badan saya hanya bisa turun satu kg dari 3 kg yang saya canangkan sejak 3 bulan lalu. *keluh*
Kamar sudah lebih rapi dari biasanya.
Olah raga berjalan ‘agak’ lancar dibanding tahun lalu berkat sepatu baru *thanks dad!*
Cerewet? Teteup kalo ini ;)
TV di kost mati total sejak 2 hari lalu :( bye bye infotainment deh kalo gini ceritanya, walau terkadang saya mengutuk acara pergosipan yang selalu ada di setiap saluran, saya merindukannya juga ternyata.
Dan, ada satu yang rupanya tidak berubah sejak 2006, mobil saya ditabrak lagi *yeah rite, AGAIN!!*.

Sepertinya perenungan saya harus dikoreksi, jadwal awal tahun : Ruwatan mobil! Agar para pengguna jalan di Surabaya menjaga jarak seaman-amannya dengan mobil berplat DK 385 AT.

Saya pikir pertanyaan mampukah pengejawantahkan niat mulia tadi baru bisa terjawab beberapa bulan ke depan nanti. Walau ada beberapa kesialan yang saya alami, but still, i’ll do my best untuk menjalani tahun ini.

Happy New Year, dear friends! *masih berlaku kan?* ;)

Selamat hari ibu, mam!

Posted in sketsa hati by mollie on December 18, 2006

You never know what you’ve got till you lose it. It’s so true. Sometimes, we take our mothers for granted because they never ask for anything, they just give and give their love without asking for anything in return. We kids never trully appreciate them sometimes until the very end…
So, for you guys who still have your Moms with you, spend more time with them, they don’t want anything more than your company and love…
*Taken from Indonesia’s official Liverpool FC Forum*

Mami, demikian panggilan tercinta saya kepadanya. Menurut setiap anak, mamanya pasti yang terbaik, demikian pula yang saya rasakan. My mom is the best, walau kami sekeluarga telah kehilangan sosok yang luar biasa ini sejak 17 tahun lalu.
9 tahun lebih, saya diasuh dan dididik beliau, waktu yang cukup singkat namun banyak hal tertanam dalam otak saya dan tanpa sadar juga saya terapkan saat mendidik adik-adik.

“Mia, kalo makan yang rapi, harus habis makanannya. Nanti ayam tetangga sebelah mati”
“Tapi tetangga sebelah kan punyanya anjing mam, bukan ayam”
kilah saya sambil berusaha keras menghabiskan makanan, karena waktu kecil saya amat susah disuruh makan *ya ya, kebiasaan ini sudah tidak berlaku ;) *
Hal itu ternyata masih terbawa sampai sekarang, kalau melihat orang yang makanannya tidak habis ataupun berceceran, agak2 terganggu juga melihatnya.

Larangan lain yang seringkali membuat saya kesal semasa SD dulu, harus sikat gigi, cuci muka, cuci kaki sebelum tidur, iya kalau pas belum ngantuk sih ga masyalah, tapi terkadang sudah menjelma jadi Aurora, harus terbangun dan menaati ritual sebelum tidur. Ugghhh… *mami dapet bonus mulut cembetut*
Sekali lagi kebiasaan ini masih saya lakukan sampai sekarang, dan hey! sebagai gadis berumur 20 sekian saya tidak pernah merasakan yang namanya kepala cenut-cenut gara-gara gigi berlubang. *Thanks mom!*

“Jangan baca kalo tidur! Matamu rusak nanti! Kalo nanti-nati pake kacamata mami ga tanggung lho ya?!” *yaaa, I am now*
“Mia, ingat doa sebelum makan!”
“Jangan jajan sembarangan, kalo ada duit lebih, inget ditabung!!”
Adalah omelan yang kerap terdengar di telinga saya *miss that voice*.
Tidak semua omelan yang saya ingat, karena terlalu banyak yang beliau ajarkan kepada saya. Pelajaran tentang hidup, saya juga dapatkan dari ayah saya, adik, guru sekolah, teman, sahabat karib, pacar, pengalaman hidup orang lain bahkan dari infotainment :p
Namun, tanpa saya sadari omelan yang kerap beliau lontarkan menjadi sebuah pembelajaran hidup yang sangat berharga.

Pesan terakhir, sebelum beliau pergi meninggalkan saya untuk selamanya, “Mia, belajar yang rajin ya, buat mami sama daddy bangga…”
Ya, saya masih jauh dari yang namanya wanita sempurna, tapi setiap hari yang terlewat, saya berusaha membuat beliau bangga. Sebagaimana saya selalu bangga memiliki mama seperti beliau.
Anyone can be a mother, but it takes someone very special to be a mom.
Thanks for everything. I love U, and I always do…

Maskaraku, bumerangku

Posted in sketsa hati by mollie on November 29, 2006

Mozart pernah berkata, dalam hidup peran bakat hanya 10%, sisanya adalah kemauan. Menurut saya, walau hanya sekian persen, bakat cukup berpengaruh dalam hidup dan biasanya sudah terlihat sejak kecil.

Jika ingin merunut dari belakang, bakat yang terlihat dalam diri saya sedari mengenal yang namanya cermin adalah kegemaran saya bercentil ria. Entah itu sekedar mematut-matut diri, atau mencoba segala jenis perhiasan milik mama tercinta.

Untungnya, kebiasaan malu-maluin itu tidak berlangsung lama :) . Tapi kecentilan itu tetap ada dalam diri saya sepertinya, dan kali ini saya kena getahnya…

Minggu malam kemarin, teman saya menikah. Berhubung saya akan pergi dengan dia, saya ingin tampil cantik :) . Sedari sore saya sudah menyiapkan gaun biru polkadot, kalung dan sepatu. Kemudian tiba urusan mempercantik wajah, nah… sayangnya kecentilan saya dalam hal dandan agak2 terbatas. Jadi saya pakai seadanya dan sebisanya, eye liner biru, eye shadow biru dan lipstick.
Oia! Maskara! Jarang pakai sih, tapi karena saya masih harus ke gereja, baru ke resepsi, hmm… boleh juga deh pake tipis-tipis.

Taraa!! I’m ready for tonight…

Setelah gereja usai dan berjumpa dengan dia, kami bergegas menghadiri resepsi, karena jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan lebih. Icip sana icip sini, bertemu dengan teman-teman, akhirnya kami berniat menghabiskan malam dengan berjalan-jalan di mall.

Masuk mall dengan penerangan yang cukup, kecentilan saya mulai muncul..
“Bang, aku pake eye liner ama mascara lhoo…” *ketip ketip*
“Oo.. ya ya..” *ngelirik bentar, tampang tetep*
“Maunya aku bilang tadi, tapi di kawinan kayanya cahayanya gak terang terang amat”
“He eh, kliatan koq sekarang, yang biru2 itu kan?”

Percakapan tadi berlanjut saat kami duduk ngubrul ngubrul di McD.
“Apaan sih diliatin mulu?”
“Ya gak pa pa ih! Mangnya gak boleh liat kamu?”
“Iya sih, tapi jangan diliatin terus!”
“Eh, itu yang namanya eye liner tu bisa pecah2 gitu ya?”
“Umm.. iya kali, emang biasa gitu koq kalo dah seharian pake…”

Dasar lelaki kali, ya dia hanya manggut2. Gak tau juga ngerti maksud saya ato tidak.

Malam berakhir sudah. Pulanglah saya ke kost dengan perasaan riang karena hari ini berjalan dengan lancar dan menyenangkan. *i’m the queen of the day today* Naik ke atas, buka pintu kamar, ganti baju, dan tiba saatnya membersihkan wajah, berasa tebal, habis make up semalaman…

OH MY GOD!!
Wajah siapa yang saya liat di kaca? Mia ato PANDA??!!
Tidakk!!!
Lingkaran hitam apa ituuhh??
Kenapa dari tadi saya tidak bercermin? Pantesan aja dari tadi orang2 di sekitar saya pada takjub melihat saya. Saya pikir begitu cantikkah saya hari ini??
Ternyata…
Eye liner yang saya banggakan luntur!!!
Niat sih boleh, ingin tampil cantik, apa daya malam ini saya tidak menjadi queen of the day, melainkan panda of the day!

NB : Lain kali, pakai eye liner dan maskara waterproof saat pergi ke pesta! Terutama pada saat bersama pasangan anda!
Dan ingat berkaca ke manapun anda pergi *centil mode on*

Finally,…

Posted in sketsa hati by mollie on November 17, 2006

Sejak saya mengerti cara berkomunikasi yang baik dan benar *saat mengenyam pendidikan Sekolah Dasar, belajar Bahasa Indonesia yang baik dan benar tapi beberapa tingkat di atas sekedar menghafalkan 3 bersaudara Wati, Budi dan Iwan*, saya sudah mulai menyukai orang yang beraksen khas. Keanekaragaman logat ini membuat saya bangga menjadi bangsa Indonesia dan menjadikan slogan Bhinneka Tunggal Ika bermakna, bukan sekedar hafalan yang harus diingat luar kepala.

Beberapa di antaranya, logat Bali *yeah, ini wajib hukumnya!*, logat Betawi, logat Sumatra dan my top of the list, logat Sunda. Entah karena cengkoknya yang halus dan berirama, atau karena Paris Van Java ini begitu menarik buat saya, dalam hal makanan enak, bangunan kuno yang eksotis, udara sejuknya, tempat nongkrong murah nan nyaman yang tidak bisa saya dapatkan di Surabaya ini…

Hmm, pastinya saya tidak tahu, karena saya memang belum pernah menginjakkan kaki saya di bumi Priangan ini.

Sampai…

v.jpgYeah rite! Awal November ini, saya bersama teman2 kuliah berhasil menjejakkan kaki di kota ini. Niat mulia ikut seminar sehari tertutup oleh niat jalan-jalan selama 2 hari. ;) Begitu kereta berhenti, portir2 berdatangan dan menawarkan bantuan. Saya sendiri dengan gak tau malunya sudah berpikir dalam hati, “Ya ampun senengnya denger orang-orang ini ngomong, bahkan pak portir pun bisa bahasa Sunda!”. Adalagi yang lebih memalukan, ketika saya jalan keluar menuju taxi, melihat anak kecil bisa berbahasa Sunda saja saya sudah takjub, “Iihh.. kecil-kecil dah pinter” *norak kan?* ;) Tidak sia sia saya jatuh cinta dengan kota ini jauh sebelum saya ke sini, yah seperti lagu Savage Garden, I knew I love U before I met U *halah* pemandangan, suasana dan FO-FOnya, :) I love this town…

Masih banyak tempat yang blum sempat saya kunjungi, menurut kata seorang teman lama, jika kita sangat ingin pergi ke suatu daerah dan ternyata nantinya tidak tercapai, cepat atau lambat kita akan mengunjungi daerah itu lagi. Yah, saya hanya bisa mengamini kata-katanya dan berharap suatu saat nanti saya akan kembali menjelajahi kota ini.

Yeah, I will…

Pink, is the new black

Posted in sketsa hati by mollie on September 14, 2006

Pink, is the new blackMerah muda adalah salah satu warna yang amat tidak saya sukai sejak early eighties. :D Walau saya termasuk salah satu pentolan balita centilawati, yang demen ganti ganti potongan rambut, koleksi jepit dan pita bejibun, penggemar rok balon yang semakin mengembang berasa semakin jelitalah pemakainya tapi saya paling gak mau barang barang berwarna pink! Yeuh! Genit, sok centil *jaman SD gak ada cermin* :P

Barang merah muda saya bisa dihitung dengan jari jumlahnya, yang saya ingat sampai sekarang adalah baju natal hadiah dari bokap nyokap, diary pinky lengkap dengan gemboknya tempat berkeluh kesah dan komik candy candy yang cover luarnya pink ngejreng itu.

“Mam, udah deh, gak pake merah muda, orang-orang juga tau koq kalo Mia cewek…”, begitu selalu kilah saya setiap mama menyarankan membeli baju warna pink yang identik dengan perempuan ini.

Namun akhir2 ini saya menyadari barang pinky saya mulai banyak. Entah sejak kapan saya mulai memiliki barang barang ‘centil’ ini, ada daster pink, kemeja kuliah pink, HP idaman saya sejak V3 mulai keluar dan baru berada dalam genggaman saya sejak 2 bulan belakangan serta tampilan frenster saya yang floral pink. Barang merah muda terakhir yang saya miliki, Uci, boneka oink oink kaki pendek bermata sipit yang setia menemani pemiliknya di kala malam tiba.

Kenapa saya bisa jadi penggemar warna pink ya?

Mungkin, pink menenangkan hari belakangan yang terasa begitu suntuk. *baca : neverending Karya Tulis Akhir*

Mungkin, pink menceriakan suasana hati saya yang sering tak menentu.

Mungkin, pink membuat saya menyadari cinta yang tak pernah putus diberikan dari Gusti Allah, keluarga dan teman-teman.

Mungkin, pink menjadi theme of da month karena beberapa teman dekat saya sedang terlena panah cupid, ahahahah.. maap Nia, can’t help myself. ;) *backsound: September cerianya Vina*

Mungkin, karena pipi tembem yang mirip Uci, membuat saya memiliki nama baru cute pinky pig. :P

* Pepatah yang mengatakan, jangan benci benci, nanti jatuh cinta beneran, benar adanya.*

Ya, saya rasa saya jatuh cinta dengan pink…

Keluarga yang kupunya

Posted in sketsa hati by mollie on September 10, 2006

sb10065926k-001.jpgMasa kecil saya berlalu cukup menyenangkan. Secara saya anak pertama dan cucu pertama dari pihak Sadeli yang notabene keluarga mama, jadinya perhatian lumayan melimpah ruah dalam keluarga.

Jika mau diurut sepertinya hampir setiap aktivitas baru saya diabadikan oleh bunda tercinta, mandi pertama, tengkurep, merangkak, berjalan bahkan gigi pertama saya tak luput dari bidikan beliau. Ulang tahunpun demikian, dari yang gak ada temennya *iyalah satu tahun kenal sapa juga*, sampai berfoto di sebelah kuet taart dihiasi boneka dgn cinta monyet saya.

Semasa Sekolah Dasar, saya sempat tinggal dengan keluarga besar mama plus plus. Plus tante, om, oma, opa, plus sepupu2 saya, Adrian, Areta, dan Deo.Bermain bersama, rebutan mainan, ngambek2an adalah keseharian kami. Saya paling senang main ‘kakak-kakak’an, klo sodara sodara sudah bosen saya kembali mengambil inisiatif main ‘adek-adek’an. :P Hidup serasa tanpa beban, kena omel nangis, 5 menit lagi kembali merajut tawa dan merenda cerita.

Waktu mendiang opa saya masih senang duduk di beranda rumah, kami bergiliran minta dipangku dan mendengarkan beliau mendongeng sambil sesekali mengibas asap rokok kretek yang tak pernah tak dihisapnya.

Kebersamaan itu tak lama, orang tua saya memutuskan untuk mengontrak rumah sendiri dan saya berpisah dengan gerombolan siberat keluarga Sadeli. Sebelumnya Adrian, salah satu sepupu saya bersama orang tuanya harus pergi meninggalkan Bali. Kami hanya bertemu di saat acara rutin keluarga atau pada saat natal tiba yang notabene juga hari ulang tahun oma. Seragam merah putih sudah berganti biru putih bahkan abu-abu putih,dan masing-masing kami sudah memiliki urusan sendiri2.

Sekarang, saya dan Adrian paling tidak sudah memiliki sedikit embel-embel di belakang nama kami, tak lama lagi Areta segera menyusul. Beberapa hari yang lalu, saya, Dian dan Deo berkumpul dalam rangka reuni kecil kecilan sambil menikmati makan siang.

Kepolosan dan kenaifan kami soal hidup sepertinya sudah berganti dengan obrolan tentang cita-cita, visi dan rencana beberapa tahun ke depan. Tanpa terasa 2 jam sudah kami bertukar cerita, entah kapan lagi kami bisa berkumpul bersama, tapi satu hal yang pasti rasa kebersamaan itu tetap ada, di mana pun saya berada nantinya, selalu ada doa dan dukungan mereka. Luv U all, cousins!!