Jatuh cinta lagi
Saya lagi jatuh cinta ![]()
Well, tepatnya bukan jatuh cinta beneran, tapi merasakan kembali rasa deg2an dan panas dingin seperti akan pergi kencan pertama. Kaya ABG lagi deh tepatnya ![]()
*berasa tua mode on*
Nggak, saya gak selingkuh lho ya. I called this a “twilight syndrome” aja biar gampang, karena ini semua berawal dari saya membaca Twilight karya Stephanie Meyer.
Padahal, awalnya saya ragu-ragu juga beli buku itu karena tebelnya setara dengan textbook dan lagi males baca yang membutuhkan sel-sel otak saya bekerja lebih keras dari biasanya ![]()
Ditambah harganya yang agak-agak, secara itu buku ada sambungan 3 lagi yang tebelnya amit-amit juga.
Ditambah lagi halaman belakangnya menyatakan ‘NOVEL REMAJA’ aih kayanya ini sudah bertahun lalu kan ya Mia?
Tokohnya si Isabella Swan dan Edward Cullen ini ceritanya juga murid SMA. Dudududu.
Herannya klo pas blogwalkin buku ini rata-rata reviewnya bagus, dan teman saya yang juga maniak buku menyarankan untuk membaca Twilight. So? I bought it.
Dan, dalam waktu 2 hari saya sudah selesai. Buku ini sangat tidak memungkinkan untuk diletakkan begitu saja, memang dibanding Mas Potter jauh ya? Tapi ga sesuai dugaan saya aja, cerita vampir dan anak sekolahan yang terdengar klise menjadi begitu indah dan seru. Ga murni soal cinta, ciuman pertama bla bla bla, tapi juga ada actionnya, pertarungan antar vampir yang saya baru tahu ada bermacam-macam tipe. Agak mirip Interview with the Vampire kali ya vampirnya, saya juga ngebayangin Edward Cullen ini agak mirip Brad Pitt versi muda dan berambut cepak.
Jadi pas adegan-saatnya-para-wanita-berkata-aaaaaawww saya juga ikut merasakan debar jantung Bella saat akan dicium Edward, rasa lega saat tangan kokoh Edward menopangnya. Duh pokoknya gitu deh, bagi yang tidak percaya silahkan membeli bukunya. Siapkan kocek 60rb kalo mau beli di toko buku besar
Eh, ternyata oh ternyata filmnya pun akan segera midnight minggu ini. Mudah2an di Bali juga cepet mainnya. Sempet browsing-browsing, kayanya sih reviewnya standar. Tapi tetep aja menarik untuk ditonton. Ya sudah ya, kabar-kabari saya kalo udah nonton pilemnya
sekarang mau lanjut baca New Moon dulu ah…
Di bawah terik matahari
Cuaca sekarang panas ya?? Mungkin tepatnya puanas pol kalo kata orang Surabaya.
Hari itu saya dalam perjalanan menuju praktekan, jam setengah 10 pagi tapi panasnya sudah amit-amit. Memang ada sih dalam resolusi tahunan saya untuk berhenti mengeluh hal2 yang tak perlu, tapi *ya, selalu ada tapi
* matahari akhir-akhir ini terlihat menyebalkan ;P
Pas di daerah pasar Sanglah, biangnya keramaian, saya distop oleh tukang parkir.
“Adduh mati dah!! Pake acara berhenti ya panas begini, mana ada pasien nunggu pulak” omel saya dalam hati.
Tunggu dulu sepertinya pak tukang parkir yang berumur 40an dengan gurat2 lelah di wajahnya memberikan senyum pada saya.
“ok ok, saya udah berhenti koq pak” *tetep heran koq tumben ya ada tukang parkir senyum-senyum*
Setelah mobil yang dia aba-aba itu lewat, pak parkir itu mempersilahkan saya lewat sambil kembali tersenyum dan mengatupkan kedua tangannya seraya bibirnya bergumam “terima kasih”.
Bukan bapak yang seharusnya mengucapkan terima kasih, karena bapak mengajarkan saya untuk senantiasa bersyukur. Bapak hanya mendapatkan uang seribu rupiah hasil berpanas-panasan dan saya mengejar uang yang berkali lipat dibanding anda dengan mengomel di mobil berAC.
Terima kasih, pak parkir…
You really make my terik day became sejuk day…
