mollie’s world

Pesan terakhir

Posted in books by mollie on September 19, 2008

Kamis kemarin, saya iseng pergi ke gramedia, niat hati sih mau beli Rolling Stone ama M2 edisi terbaru, sekalian cuci mata liat2 buku baru.
Cara diet menurut golongan darah. Gak menarik…
The secret bla bla bla. Kebanyakan rahasia, males ah…
The last lecture, pesan terakhir pengidap kanker ganas yang mencuri perhatian dunia. Buku apa? Kaya pernah tau bapak ini…
Sepertinya menarik, tergeraklah saya untuk mengambil buku ini, kebetulan ada satu buku yang terbuka bungkusnya lalu saya baca kata pengantarnya dan langsung jatuh hati dengan buku ini. Baru saya ingat, Randy Pausch yang notabene profesor sempat saya tonton di Oprah, tapi sekilas aja.

ini versi inggrisnya

ini versi inggrisnya

Saat saya mulai membuka buku ini, saya tidak bisa meletakkannya.
“Jika kita harus mati besok, apa yang kita inginkan sebagai pusaka kita”
Bab pertama yang mengisahkan masa kecil Randy yang menurut saya luar biasa. Keluarga yang mengedepankan arti pendidikan dan tidak menanamkan budaya konsumtif, bandingkan dengan jaman sekarang. Baru kali ini saya tahu, keluarga yang tiap malam membuka kamus dan membiarkan anak-anak menggambari dinding kamarnya.
Orang tua Randy selalu berhemat, tidak seperti banyak keluarga pada umumnya, mereka tidak pernah membeli sesuatu untuk membuat orang lain terkesan, tapi mereka dengan gembira membeli seri World Book.
Sepertinya alm.Randy menerapkan teori the secret jauh hari bahkan jauh tahun dari buku itu dibuat. Ia mengajarkan saya bagaimana kita harus hidup dalam mimpi, dengan segala iman, keyakinan dan kerja keras, mimpi bisa menjadi nyata. Impiannya melayang di udara, bermain di liga sepakbola nasional, menulis artikel Ensiklopedi World Book, menjadi kapten Kirk dan perekayasa dalam Walt Disney hampir semua menjadi nyata. Wow… Amazing…

Suatu kali, Randy menjemput 2 ponakannya yang berumur 7 dan 9 tahun dengan mobil anyarnya. “Hati-hati ya, di mobil paman Randy, seka kaki kalian sebelum naik dan jangan buat kotor”, pesan sang mama.
Sementara sang kakak membeberkan aturan, Randy dengan tenang dan perlahan membuka sekaleng soda, membalik kaleng itu dan menuangkan isinya ke tempat duduk belakang. *Gila, pikir saya*
Pesan Randy, manusia lebih penting daripada benda. Mobil, bahkan yang masih murni dan indah hanyalah benda. Hal yang dasar banget dan lucunya kadang saya lupa dengan ini, bolak balik marah kalau adik saya mengacaukan kamar atau melecekkan buku baru saya. Itu baru buku, bukan mobil lho mia….

Hal lain yang membuat saya tertohok waktu membaca buku ini, disebutkan terlalu banyak orang yang menjalani hidup sambil berkeluh kesah tentang masalah yang mereka hadapi. Saya selalu yakin bahwa jika kita ambil sepersepuluh energi yang kita curahkan untuk mengeluh lalu kita gunakan untuk memecahkan masalah, kita akan terkejut melihat betapa lancarnya segala sesuatu berjalan.
Setiap waktu yang kita butuhkan untuk merengek tidak mungkin membantu kita mencapai tujuan. Juga tidak akan membuat kita lebih bahagia.

Saya ini termasuk orang yang dengan mudahnya mengeluh dan tidak selalu bisa berpikiran optimis. Mungkin dibanding Randy saya sekelingkingnya pun tidak ada dan dia masih bisa menikmati hidup dengan optimis.

Bab terakhir mengisahkan tentang kuliah Randy yang diakhiri dengan adegan Jai (istrinya) dan Randy berpelukan, selagi berdekapan, Jai berbisik, “Please, don’t die”
Oh My God, can’t help my self, saya menangis. Tepatnya menangis tersedu2. Saya menangis waktu membaca Cheerz to Life, Tuesdays with Morrie dan Ways to Live Forever yang notabene kesemua buku itu berkisah tentang hidup yang sangat dekat dengan yang namanya kematian, tapi saat saya membaca buku The Last Lecture ini saya tangisan saya yang paling dahsyat sepertinya ;)

Pagi tadi saya membuka websitenya, thelastlecture.com dan ternyata tanggal 25 Juli 2008 beliau telah mengakhiri pertandingan dengan baik.
Rest in Peace, Randy…
Saya percaya banyak manusia yang diubahkan dengan membaca ataupun menonton kisah hidupnya. God bless you and your family.

8 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. janner sihombing said, on September 20, 2008 at 3:36 am

    I remember this fantastic man. I watched his lecture on oprah, twice. First time, i cried, smiled and clapped my hands when he finished his lecture.
    And the second one, u know what Mr. Randy Pausch. I cried, smiled and clapped my hands when you finished your lecture. Again!!
    Hail, hail, hail Sir. You’re my legend!!
    GOD bless your heritage, always.

    Also dedicated to: Leroi Moore and bung Ronny Pattinasarani.
    So long our fantastic fathers!!
    Siapa yang menabur, dia yang menuai..

    I will drink the cup, the poison overflowing
    I will lift you up, watch over where you’re going
    The first one in The last one gone
    I’ll be the rock to stand upon
    For you
    For you
    My spirit aches and I can’t stop this river flowing
    In fear I take, each labored breath I draw in knowing
    That this could be my last, my final hour
    But faith and hope and love give me the power
    For you
    For you
    “Yea though I walk through the valley of the shadow of death
    I will fear no evil for you are with me”
    You are with me
    I’ll be your salvation though the storm’s surrounding
    There on our own conditions, lay my body down
    In the wake abondon willing sacrifice
    I’ll walk though the canyon, bring the shadows life
    For you
    For you

    (For You – Johnny Cash)

  2. anna said, on September 22, 2008 at 1:31 am

    bagus banget kayaknya isi buku ini ya… mo baca ahh,, pinjem donk… :D

  3. jazz said, on September 22, 2008 at 3:01 am

    hiks hiks , jadi terharu biru dan bertanya pada diri sendiri juga, seandainya ada kesempatan ditanya Tuhan , tomorrow is your last day, what u ‘ll do? hm….mungkin ehhh harus !!!!pertama kali yang kulakukan adalah mohon ampun Tuhan untuk semua dosa2ku dan juga dari semua orang yang ada disekelilingku, yang pernah sakit hati dan tersakiti, sengaja atau tidak, sisanya sisa berkat Nya harus kubagikan, sebegitu simple-nya kah ? ya.. mgkn akan seperti itu, tapi lebih dari itu, seharusnya mulai hari ini, harus lebih menyandarkan diri pada Nya, tidak ada semulia DIA, love w’out exception, GBU , bravo banzai MOLLIE…..nulis lagi ya, GBU

  4. ianth said, on October 1, 2008 at 5:14 pm

    hi mollie :) slm kenal. greetz for u.

  5. Luigi Pralangga said, on October 5, 2008 at 11:55 am

    Though I may have yet read his book from your insight this is a worth book to buy and apart from what he wrote.. being positive in life is enabling one to life its fullest and what’s best after that is still having an iman & takqa..

    It is really nice to have stopped by here and enjoy reading this entry – hugs from West Africa :D

  6. nia sungkar said, on October 18, 2008 at 1:30 pm

    ah,…seperti biasa..ku dapat referensi buku darimu say…hehehe…besok cabut ke gramed ah!..n tulisan kamu..as always..sangat menyenangkan…*means bagus say ^-^ *

  7. Imamnic said, on November 3, 2008 at 7:35 am

    Hi Miaw,
    Nice essay, nice blog
    Aku cantumkan link ke halaman ini dari blog-ku ya. If you don’t mind :-)

    Apa khabar Miaw ?
    Udah menikah atau sudah mau menikah ?

    T & R,
    IW

  8. marshella1503 said, on November 3, 2008 at 11:36 am

    thx..^^
    met kenal..


Leave a Reply