mollie’s world

Mau ini, mau itu, mau semuanya

Posted in sketsa hati by mollie on August 23, 2008

Saya belajar hal baru kemarin, berawal dari percakapan saya dengan Emon, teman yang pertemuan kami bisa dihitung dengan jari, tapi setiap bertemu selalu penuh dengan kejutan.

Si Emon ini pun bercerita, dia n the gang habis liburan ke bangkok, nyasar sana sini, menikmati setiap jengkal pasar yang ada di sana. Keramahan dan kenyamanan yang tidak ia dapatkan di negeri kita tercinta ini, sampai akhirnya kami berniat menghabiskan liburan akhir tahun di Bali. Bukan, bukan seperti liburan saya dan sesama jetset kampunk para narsis mania yang berfoto di tiap kesempatan ;) , tapi lebih dekat ke alam, menjelajah desa tradisional, berkeliling Ubud naik sepeda, hal yang sepertinya hanya ada dalam pikiran saya, yang kadang terheran2 ngeliat bule dengan santainya bersepeda sambil memakai sarung batik. Kenapa bukan kita? Kenapa kita tidak bisa menikmati tanah air kita sendiri sebagaimana para bule2 itu? Ironis? atau kita yang terbuai dengan apa yang sudah ada sehingga tidak sadar negeri kita ini indah? Tapi ya itu, hanya sampai pada taraf, “aku pengen ah kapan-kapan naik sepeda kaya bule-bule ini…”

Lanjut kata, kami berganti tema membahas rencana ke depan, niatnya yang bersekolah lagi plus hendak liburan tahun depan di Vietnam. Kembali lagi, tidak seperti pembicaraan saya dengan teman2 yang berkutat dengan praktekan dan kehidupan percintaan yang mbuletisasi, bukannya saya menganggap kehidupan saya dan teman2 tidak seru dan fun, bukan itu, mereka sahabat yang selalu ada dan mengerti saya luar dalam. Tapi chatting ym bersamanya yang hanya 30 menit membuat saya belajar banyak hal yang tidak saya jumpai di orang lain.

Selama ini saya hanya mampu mengkritik, berpikir, berucap tanpa ada realisasi. Backpackeran? Niat ini ada sejak dulu, menjelajah pelosok nusantara, tapi paling banter yang berhasil jalan2 ke malang.
Mau ikutan kursus di luar negeri ah! Memperluas wawasan biar bisa punya tempat praktek yang keren. Well, hanya sampai tahap googeling doang.
Kalo dah tinggal di Bali mau lebih sering ngeblog n nulis, hmm sepertinya ini juga blum terlaksana terakhir posting aja bulan April kemarin. Haiyah ;)
Kalau udah ga kuliah, mau les jahit ama les piano lagi, hehe, kalo yang ini so far kemajuannya sebatas membeli panduan belajar piano bagi pemula yang belum pernah tersentuh sama sekali.

*garuk-garuk kepala* bisa-bisa 2 halaman nih buat keinginan yang belum terwujud, tapi kan kata orang bijak kita harus bermimpi sejauh langit yang kita bisa kan? :P
Mudah2an nanti rencana travelling, membuat cafe tradisional dengan sentuhan modern plus punya taman baca bisa terealisasi walau butuh waktu tahunan ;)

Makasih ya mon, mungkin buat kamu pembicaraan kemarin hanya sebatas tukar cerita secara kita jarang ketemuan, tapi buat saya that’s just more than a conversation.
Take care, and good luck buat semua rencanamu…
God bless.

Confession of a drama queen

Posted in sketsa hati by mollie on August 14, 2008

Akhirnya saya menonton lagi, dan 2 film terakhir yang saya tonton kebetulan bertema sama yaitu manusia berkekuatan super, Iron Man dan The Dark Knight.
Well,I love superhero :) , walau kadang ceritanya klise dan tidak sesuai harapan, menonton sosok seorang superhero amatlah menyenangkan buat saya.

Sejauh yang bisa saya ingat, sedari kecil perfileman saya dicekoki dengan superhero, coba deh dari Satria Baja Hitam, Voltus, Megaloman, Ultraman, Flash Gordon, Conan the Barbarian. Agak diupgrade pas jadi ABG ada Sailor Moon, Swampthing *ini superhero ga ya ;) *, Batman &Robin yang kalo lagi tarung ada ilustrasi “bang” ato “pow” ato apalah itu saya lupa ;) .
Waktu kuliah sudah mendinganlah, bisa liat di 21 dari Spiderman, X Men, Elektra dan kawan seperjuangannya dari DC & Marvell, trus ada pula serial Heroes yang sekarang blum ada season 3nya ya?

Saya sendiri heran, apa ya daya tarik seorang superhero. Padahal menurut saya tiap ciptaan Tuhan bisa jadi superhero dari yang anjing *Underdog* ampe yang hidupnya ga karuan *Hancock & The Mask*. Steven Sterk menurut saya juga superhero, dia bisa ngangkut truk dan sejenisnya asal ga kena flu :P Bahkan kucing gendut doraemon bisa kita bilang superhero. Kan dia selalu membantu Nobita yang kesusahan dengan kantong ajaibnya.

Mungkin banyak orang di luar sana sama seperti saya, demen ngayal. Jadi mereka menonton untuk memuaskan impiannya waktu kecil. Mau jadi manusia pasir sampai yang bisa melet2 kayak plastic man juga bisa. Wah kalo cerita soal khayalan saya postingan ini bisa nggak habis-habis. Apa aja sudah pernah dikhayalin mulai dari jadi Wonder Woman dengan gelang supernya, Gogle Pink lengkap dengan pita panjangnya sampai jadi Storm yang bisa mengontrol cuaca adalah favorit saya.

Tema superhero ini membuat saya berpikir lebih jauh tentang arti sebuah kekuatan *tampang serius*, apa manusia berkekuatan lebih dari manusia lain hanya ada dalam komik atau film sajakah? Apakah harus ada mutasi gen, gigitan binatang atau ledakan meteor yang membuat seseorang menjadi spesial di mata orang lain?

In my humble opinion niiih, tiap orang bisa menjadi superhero, bahkan banyak orang dalam kehidupan saya sudah menjelma menjadi mereka.

Mami saya? Walaupun beliau sudah ga ada dan berkaca pada mami baru saya, tiap mami-mami yang ada di dunia adalah superhero. Bayangin deh, hamil 9 bulan, ngelahirin yang amit2 sakitnya *kata orang siiihhh*, begadang tiap malam bikin susu, nyiapin segala sesuatu buat sekolah, bekerja dan melayani suami. Fiuuuh, bukan perkara yang mudah. Kadang saya mikir, saya bisa gak ya jadi kaya mami2 ini nantinya? Wong ngatur hidup dewe ae masih acak adul, gimana mau ngurus bayiii? Aih aih… Yang ini cuma waktu kali ya yang bisa jawab :) .

Papa saya? Nah yang ini apalagi…
Beliau bisa dibilang sampai setua ini masih mati2an bekerja demi anak-anaknya. Bekerja siang malam, bahkan kadang sepatu dipakainya ampe butut karena eman ngeluarin duit, mending buat kami-kami…
Dipikir lagi ya, sepertinya papa saya ini lebih hebat dari Superman lho…
Eits yang penggemar Superman ga boleh protes. Buktinya? Papa saya kan bukan dari planet krypton yang berotot baja dan bertulang besi, beliau hanya orang biasa dari pulau Bali yang rela pontang panting untuk kehidupan yang lebih layak bagi kami.

Ya, tiap orang bisa jadi superhero kan? Tergantung dari sisi mana yang kita lihat. Selama dia bisa membuat setitik terang untuk sesamanya, we can call them heroes, oia satu lagi orang dengan berkekuatan lebih yang demen mengkorupsi uang negara, bukan superhero lho ya??