Bye bye, oma…
Hari itu berjalan biasa, malam hari di Surabaya yang panas, kost2an sepi pada mudik lebaran. Saya memutuskan tidak pulang karena persiapan ujian yang dengan manisnya nama saya terjadwal 3 hari setelah awal masuk libur panjang, ketimbang ga tenang di rumah, so here I am, sendiri dan kepanasan ga bisa tidur.
Hp saya berbunyi, *Reta? Ada apa adekku satu ini tumben jam setengah sepuluh malem telp?
“Ya, ta? Ada apa non malam2 begini?”
“Mia, oma jatuh dari kamar mandi, trus muntah-muntah ga sadar. Ini lagi di rumah sakit, titip doa ya, sist…”
*Waktu terasa berjalan lambat seketika*
Akhirnya sampai jam 12 belum sadar, oma harus dioperasi karena ada perdarahan di otak. Jam setengah 3 operasi selesai tapi oma masih di ICU. Bahkan sampai kemarin oma belum sadar, tensi masih tidak stabil.
Hari ini, juga berjalan seperti biasa, siang hari di Surabaya, tidur2an di kamar, hp saya kembali berbunyi, Reta telp lagi.
“Halo dek…” *Yes, I knew what she was going to say”
“Mia, oma udah berangkat, jam setengah 3 tadi”
“…….”
“Mia mau doa buat oma? Ini telpon reta taruh di kuping oma”
“……, Nggak deh ta, aku doa sendiri aja, tetep tabah ya”
“Iya, keep prayin ya, nanti reta kabarin lagi”
Ya, saya tau berita ini akan datang kapan saja, hanya tidak menyangka bakal datang secepat itu. Saya tidak tau harus berdoa apa, hanya duduk terdiam, tanpa terasa pipi saya basah.
“Tuhan, tak terbatas kasih setiaMu, Kau tau apa yang terbaik untuk kami lebih dari apa yang kami bisa bayangkan. Jaga oma ya, Tuhan. Terima kasih Kau telah memberikan kami seorang oma yang menjadi panutan bagi kami semua, oma yang baik dan selalu care dengan cucu-cucunya.”
Oma sudah tidak bersama dengan kami semua, tapi kenangan itu ada dan akan tetap ada. Bagaimana kecerewetannya sedari saya kecil, kalau makan rambut harus diikat agar tidak kotor. Jam 4 sore sudah harus mandi, kuku ga boleh panjang, tidak boleh makan di tempat tidur. Pokoknya hidup dengan oma ini penuh dengan aturan hidup bersih, steril dan hygienis ![]()
Entah kenapa oma begitu peduli dengan yang namanya kesehatan, sehingga beliau mengharapkan kalau bisa semua cucu2nya jadi dokter. Oma juga selalu rutin membaca jurnal kesehatan, padahal saya aja kalo ga ada tugas, jarang banget nyentuh yang namanya dental journal ;P
Malah terkadang pinteran oma ketimbang kami kami para cucu
tapi sering timbul masalah sendiri gara2 ‘kepintaran’ oma. Suatu ketika oma sariawan dan radang tenggorokan, berkumur-kumurlah oma dengan Betadine. Saking disiplin dan tekun, dipakainyalah betadine itu sampai habis satu botol padahal mestinya pemakaian dianjurkan hanya 4-5 hari saja. Akibatnya flora normal rongga mulut juga ikut teler kena betadine, sehingga lidah oma malah terkena jamur gara2 keadaan mulut yang tidak seimbang. Duh duh duh, omaku ini…
Hobi saya yang kata teman2 saya ‘oma oma banget’, mungkin juga gara2 sejak kecil terbiasa melihat oma merajut. Oma bisa duduk sambil merajut berjam2 depan tv melihat acara kegemarannya yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan berita, jangan harap liat oma saya nonton sinetron.
Saya jadi ketularan punya hobi yang berhubungan dengan benang, terutama kristik, kalau merajut itu susahnya setengah mati, sehingga kerajinan tangan saya ketika kelas 3 SD, dibuatkan oma saya tercinta.
Beliau juga sering membuatkan saya tas rajutan dan boneka2 rajutan yang rapiiii banget, tak jarang teman saya meminta oma untuk dibuatkan tas serupa.
Bahkan waktu saya SMA, oma sudah menyiapkan segepok taplak renda2 rajutan, untuk dipajang di rumah ketika saya sudah menikah kelak
Tidak semua hal2 bagus dari oma yang menurun pada saya…
Hal lain yang sangat menonjol dari oma adalah kerapiannya menyimpan barang. Nah, klo ini bukan saya banget deh. Barang penting aja bisa hilang kalo saya yang pegang. Sedangkan oma, bedak dan sabun2 sisa kepunyaan mama saya saja masih beliau simpan, itu pun masih ditaruh dalam kotak dan dibungkus tas plastik.
Terlalu banyak yang bisa diceritakan dari seorang Min Sekarwati.
I’m gonna miss her…
We all gonna miss her…
Segala keluh kesah tentang kesehatannya, kekhawatirannya, kecerewetannya dan gelak tawa itu tidak ada lagi…
Selamat jalan, omaku sayang…
- Oma selalu ada dalam hati kami semua ; mia, sani, areta, deo, adrian, lia, abe, ale, jane, sania-
leave a comment