mollie’s world

Cerita hujanku

Posted in sketsa hati by mollie on April 10, 2007

Hujan, biasanya membawa cerita tersendiri bagi saya.
Saat gerimis mengundang, terbayang saya duduk di sofa empuk yang nyaman diiringi alunan suara Sade sambil menyeruput segelas mocca hangat. Whatta lovely day…
Atau ketika hujan deras, gambaran yang ada di otak, saya sedang berada di kamar hotel, selimutan, nonton sitkom plus semangkuk popcorn caramel Ace Hardware *saya ga tau nama popcorn ini, yang jelas tiap belinya pasti di Ace Hardware :) *
Nah, yang saya sebut di atas itu ya khayalan saya yang kerap kali hadir jika hujan turun. Kenyataannya saat gerimis saya biasanya ngendon di kamar kost sambil baca novel, demikian pula saat hujan deras kalo ga baca ya tidur.
Tapi tidak demikian halnya seminggu yang lalu…
Tersebutlah kami (3 orang anak kost) kebingungan mencari tempat makan malam karena hujan deras. Mau makan tempe penyet, bisa basah kuyup. Mau makan di depot, pada ga ada uang cash lebih dari 5rb perak. Mau ambil ATM dulu, males, hujannya bo’ deres banget.
“Yawdah, makan pake credit card aja deh, jadi sekalian ke Mall”
Dan akhirnya kami memutuskan untuk makan di salah satu restoran di Galaxy Mall.
“So? Makan apa nih enaknya?”
“Ya, antara Ta Wan ama Linkcafe aja, yang lain kan kita udah pernah nyoba”
“Aku lagi malas makan chinese food nih”, ujar salah seorang teman saya
“Yawdah coba di Linkcafe aja kan belum pernah”

Hukeh…
Akhirnya duduklah kami bertiga di restoran yang mengkhususkan jual masakan Indonesia ini. Interiornya lumayan bagus dan cukup ramai juga, mungkin banyak orang Surabaya yang bernasib sama dengan kami.
Setelah duduk manis, ambil buku menu, pilih makanan.
*pandang pandangan*
Bukan angka yang menyenangkan bagi anak kost di penghujung bulan..
Mau pesan apa kalo begini harganya?
Sayur asem 10rb. Perkedel jagung 15rb. Sayur urap 15. Ayam goreng sepotong 12rb. Ikan2an 45rb. Nasi 4rb.
“Yah, setidaknya nasi putihnya standar, ga lebih mahal dari papua”
Tapi tetap aja, kami berpikir keras untuk memilih. Akhirnya setelah ga enak diliatin ama mas2 berPDA untuk mencatat menu, kami memesan 3 nasi putih, tumis jagung, sayur asem, bandeng goreng, 2 es teh dan 1 teh manis hangat.
Jreng jreng….
Piring buat kami bertiga datang, tapi hanya digeletakkan begitu saja tanpa diatur.
“Koq ga diaturin sekalian ya? Padahal tempat mahal gini, mestinya pelayanannya juga menunjang dong”
“Iya juga sih, tapi ka, ini juga tempatnya sempit ya, susah makannya nih”
Hmm, bukan awal yang baik untuk menikmati makan malam nih, pikir saya dalam hati.
Dan terbukti.
Nasi pesanan kami datang, ternyata ditempatkan dalam satu bakul alumunium. Porsinya itu loooh, diiiikiiiiitt banget. Bukan gara2 kami kelaparan dan anak kost lho ya, tapi emang amit2 porsinya. *is it better or worse than papua ya?*
Ya sudahlah, mudah2an makanannya masih bisa dipertanggungjawabkan.
Tumis jagungnya datang. Rasanya?
Masih lebih enak jagung bumbu bali buatan saya.
Sayur asem datang. Naaah, akhinya ada yang membuat kami gembira malam ini, rasanya pas. Asemnya, segarnya, hanya porsinya saja yang tidak pas.
Bandengnya belum datang, tapi nasi putih saya tinggal 3 sendok *huks*

Seperti biasa, selesai makan saya meminta tusuk gigi, dan setelah menunggu lama, mbak2nya datang, “maaf mbak, tusuk giginya habis”
“Yeah rite”
Kebulatan tekad kami seusai makan, ini jelas2 kunjungan pertama dan terakhir kami di sini!!!

Hujan hari itu, benar-benar membawa cerita tersendiri buat kami.