Belum terlambat kan?
“Hai Mol!! Buset deh! Betah ya ngendon di Bali dari Natal ampe tahun baru? Curang!”
Begitulah rata-rata ‘ucapan’ selamat tahun baru teman-teman ketika bertemu saya yang selama dua minggu lebih raib dari peredaran.
Yaaa, mau gimana lagi, bukan maksud hati mencurangi para sahabat, tapi mungkin memang suatu berkah tersendiri jika saya lahir dan dibesarkan di Pulau Bali
. Padahal saya ke Bali tujuannya itu ya pulang kampung, bukannya liburan. Toh saya menghabiskan malam tahun baru hanya dengan menonton TV di rumah bersama keluarga.
Ke Kuta? Males ah, jalan Teuku Umar dan By Pass pasti sudah ditutup, macet di mana-mana pasti.
Mau pergi lihat kembang api? Umm… Nggak deh, ABG semua , saya masih tahu diri koq
.
Merenung sejenak, ritual tetap saya saat memulai hari di tahun yang baru. Walau rata-rata keinginan, harapan dan rencana masa depan bisa dibilang tak berubah drastis dari tahun sebelumnya, yaaa, ada baiknya saya mengawalinya dengan senyum manis dan pikiran yang positif. Betul ga?
Hmm,… Tidak muluk-muluk sih harapan saya ke depan nanti. Berusaha menjadi anak yang dapat membuat orang tua bangga, menjadi kakak teladan yang mampu membina adik-adik, menjadi teman yang dapat dipercaya, dan bisa menjadi ‘wanita tangguh’ di setiap waktu. Mampukah saya mengejawantahkan apa yang telah saya tulis di atas tadi? Mari kita lihat… *jreng jreng jreng*
Sekilas update hidup saya sampai hari ini di tahun babi api.
Elly, anjing saya sudah siap untuk beranak pinak kembali. Rumah di Bali bakal nambah lagi nih penghuninya.
Berat badan saya hanya bisa turun satu kg dari 3 kg yang saya canangkan sejak 3 bulan lalu. *keluh*
Kamar sudah lebih rapi dari biasanya.
Olah raga berjalan ‘agak’ lancar dibanding tahun lalu berkat sepatu baru *thanks dad!*
Cerewet? Teteup kalo ini ![]()
TV di kost mati total sejak 2 hari lalu
bye bye infotainment deh kalo gini ceritanya, walau terkadang saya mengutuk acara pergosipan yang selalu ada di setiap saluran, saya merindukannya juga ternyata.
Dan, ada satu yang rupanya tidak berubah sejak 2006, mobil saya ditabrak lagi *yeah rite, AGAIN!!*.
Sepertinya perenungan saya harus dikoreksi, jadwal awal tahun : Ruwatan mobil! Agar para pengguna jalan di Surabaya menjaga jarak seaman-amannya dengan mobil berplat DK 385 AT.
Saya pikir pertanyaan mampukah pengejawantahkan niat mulia tadi baru bisa terjawab beberapa bulan ke depan nanti. Walau ada beberapa kesialan yang saya alami, but still, i’ll do my best untuk menjalani tahun ini.
Happy New Year, dear friends! *masih berlaku kan?*
2 comments