mollie’s world

Pink, is the new black

Posted in sketsa hati by mollie on September 14, 2006

Pink, is the new blackMerah muda adalah salah satu warna yang amat tidak saya sukai sejak early eighties. :D Walau saya termasuk salah satu pentolan balita centilawati, yang demen ganti ganti potongan rambut, koleksi jepit dan pita bejibun, penggemar rok balon yang semakin mengembang berasa semakin jelitalah pemakainya tapi saya paling gak mau barang barang berwarna pink! Yeuh! Genit, sok centil *jaman SD gak ada cermin* :P

Barang merah muda saya bisa dihitung dengan jari jumlahnya, yang saya ingat sampai sekarang adalah baju natal hadiah dari bokap nyokap, diary pinky lengkap dengan gemboknya tempat berkeluh kesah dan komik candy candy yang cover luarnya pink ngejreng itu.

“Mam, udah deh, gak pake merah muda, orang-orang juga tau koq kalo Mia cewek…”, begitu selalu kilah saya setiap mama menyarankan membeli baju warna pink yang identik dengan perempuan ini.

Namun akhir2 ini saya menyadari barang pinky saya mulai banyak. Entah sejak kapan saya mulai memiliki barang barang ‘centil’ ini, ada daster pink, kemeja kuliah pink, HP idaman saya sejak V3 mulai keluar dan baru berada dalam genggaman saya sejak 2 bulan belakangan serta tampilan frenster saya yang floral pink. Barang merah muda terakhir yang saya miliki, Uci, boneka oink oink kaki pendek bermata sipit yang setia menemani pemiliknya di kala malam tiba.

Kenapa saya bisa jadi penggemar warna pink ya?

Mungkin, pink menenangkan hari belakangan yang terasa begitu suntuk. *baca : neverending Karya Tulis Akhir*

Mungkin, pink menceriakan suasana hati saya yang sering tak menentu.

Mungkin, pink membuat saya menyadari cinta yang tak pernah putus diberikan dari Gusti Allah, keluarga dan teman-teman.

Mungkin, pink menjadi theme of da month karena beberapa teman dekat saya sedang terlena panah cupid, ahahahah.. maap Nia, can’t help myself. ;) *backsound: September cerianya Vina*

Mungkin, karena pipi tembem yang mirip Uci, membuat saya memiliki nama baru cute pinky pig. :P

* Pepatah yang mengatakan, jangan benci benci, nanti jatuh cinta beneran, benar adanya.*

Ya, saya rasa saya jatuh cinta dengan pink…

Keluarga yang kupunya

Posted in sketsa hati by mollie on September 10, 2006

sb10065926k-001.jpgMasa kecil saya berlalu cukup menyenangkan. Secara saya anak pertama dan cucu pertama dari pihak Sadeli yang notabene keluarga mama, jadinya perhatian lumayan melimpah ruah dalam keluarga.

Jika mau diurut sepertinya hampir setiap aktivitas baru saya diabadikan oleh bunda tercinta, mandi pertama, tengkurep, merangkak, berjalan bahkan gigi pertama saya tak luput dari bidikan beliau. Ulang tahunpun demikian, dari yang gak ada temennya *iyalah satu tahun kenal sapa juga*, sampai berfoto di sebelah kuet taart dihiasi boneka dgn cinta monyet saya.

Semasa Sekolah Dasar, saya sempat tinggal dengan keluarga besar mama plus plus. Plus tante, om, oma, opa, plus sepupu2 saya, Adrian, Areta, dan Deo.Bermain bersama, rebutan mainan, ngambek2an adalah keseharian kami. Saya paling senang main ‘kakak-kakak’an, klo sodara sodara sudah bosen saya kembali mengambil inisiatif main ‘adek-adek’an. :P Hidup serasa tanpa beban, kena omel nangis, 5 menit lagi kembali merajut tawa dan merenda cerita.

Waktu mendiang opa saya masih senang duduk di beranda rumah, kami bergiliran minta dipangku dan mendengarkan beliau mendongeng sambil sesekali mengibas asap rokok kretek yang tak pernah tak dihisapnya.

Kebersamaan itu tak lama, orang tua saya memutuskan untuk mengontrak rumah sendiri dan saya berpisah dengan gerombolan siberat keluarga Sadeli. Sebelumnya Adrian, salah satu sepupu saya bersama orang tuanya harus pergi meninggalkan Bali. Kami hanya bertemu di saat acara rutin keluarga atau pada saat natal tiba yang notabene juga hari ulang tahun oma. Seragam merah putih sudah berganti biru putih bahkan abu-abu putih,dan masing-masing kami sudah memiliki urusan sendiri2.

Sekarang, saya dan Adrian paling tidak sudah memiliki sedikit embel-embel di belakang nama kami, tak lama lagi Areta segera menyusul. Beberapa hari yang lalu, saya, Dian dan Deo berkumpul dalam rangka reuni kecil kecilan sambil menikmati makan siang.

Kepolosan dan kenaifan kami soal hidup sepertinya sudah berganti dengan obrolan tentang cita-cita, visi dan rencana beberapa tahun ke depan. Tanpa terasa 2 jam sudah kami bertukar cerita, entah kapan lagi kami bisa berkumpul bersama, tapi satu hal yang pasti rasa kebersamaan itu tetap ada, di mana pun saya berada nantinya, selalu ada doa dan dukungan mereka. Luv U all, cousins!!