mollie’s world

Polkadot lover

Posted in sketsa hati by mollie on August 31, 2006

200290131-001.jpgKenapa saya suka dengan segala sesuatu hal yang berbau polkadot?
Hmmm… Kenapa ya?
Mungkin sedari kecil, oma saya suka menjahitkan rok bermotif, kalo gak bunga2, kotak2, yaa, polkadot yang secara kebetulan berjumlah lebih banyak dari motif lainnya.
Mungkin juga setiap melihat polkadot hati saya menjadi terhibur, iya, terhibur… Seru aja ngeliatin totol totol warna warni di mana2, serasa membuat hidup lebih hidup :) *losta masta, beibeh*
Bisa jadi juga, karena i am a retrophilia girl, motif kotak, garis, bulet, warna tabrak menabrak seperti ijo stabilo campur kuning, biru donker dengan ungu janda, selalu bisa membuat mata saya berpaling dan berhenti sejenak. Menonton Berbagi Suami bagi saya juga merupakan suatu kenikmatan tersendiri, melihat desain kamar si Ming, membuat sudah bisa membayangkan rumah dan tempat praktek idaman saya nantinya. Minimalis dengan sentuhan retro warna oranye, sepertinya menyenangkan. :)

Polkadot juga dapat diterapkan dalam falsafah hidup saya sehari-hari, contohnya persahabatan saya dengan teman-teman di FKG dari jaman s1 dulu. Kita berdelapan bisa dibilang terdiri dari suku, ras, adat istiadat dan agama yang berbeda. Mulai dari Jawa, Batak, Arab, Ambon, Cina, Bali pun ada, jenis rambut dari yang asli kriwil, kriwil direbonding, lurus agak ngembang2 dikit, lurus banget juga ada. Warna kulit pun sudah jadi kaya kue lapis.

Lain ladang, lain belalang, lain adat, lain pula sifat kami. Dari yang beyond your imagination, gampang panik, suka ngejatuhin barang, nangisan, malu-maluin, pinter nyanyi tapi semua action hanya dilakukan di kamar, irit2 baca buku dengan alasan takut cepet habis bacanya, sampai yang penggemar fanatik bola. Ajaibnya semua klop, saling mengisi satu sama lain, dan membuat hidup kami di fakultas-tekanan-tinggi menjadi lebih menyenangkan. Sama seperti polkadot, dengan ukuran dan warna berbeda, bisa menjadi satu gambaran ceria serta menyenangkan.

Akhir-akhir ini, banyak hal yang terjadi dalam hidup saya. Tepatnya sejak liburan ke Bali kemarin… Kesukaan pergi bareng teman dan saudara tercinta tiada duanya, mulai dari main kano di sanur, have fun go mad di Kamsut, berbelanja pernak pernik Bali di pasar sampai menjadi fotomodel dadakan ke manapun kami pergi.

Dan juga saya merasakan repotnya menjadi seorang tuan rumah yang benar2 bertanggung jawab dengan segala jenis keadaan. Bagaimana menjaga supaya setiap keinginan dapat terpenuhi sesuai dengan asas adil dan merata, yaah, win win solution kali ya? agaimana pula menanggapi permasalahan yang timbul di kala perbedaan cara pandang

Bermacam masalah mungkin datang silih berganti, dan balik baliknya tergantung kita bagaimana menyikapinya. Sesuai dengan wish list saya yang ingin menjadi dewasa, setiap persoalan yang ada, saya harus belajar bagaimana untuk tetap tegar dalam menghadapinya. Mungkin kita bisa ambil contoh desain polkadot, dengan warna abu-abu, hitam, putih, hijau lumut atau warna apa saja yang butek deh. Ketika semua warna itu bergabung menjadi satu, ia tetap membuat banyak mata tertuju kepadanya. Jadi saya rasa, bagaimana dengan sejuta topan badai yang ada, kita tetap bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Have a great day today, everybody!!

Sakit apa?

Posted in sketsa hati by mollie on August 15, 2006

Apa yang terbayang di kepala kita ketika mendengar kata ‘dokter’? Pria klimis berjas putih? Ato pria paroh baya bertampang kaku?
Mungkin sebagian besar masyarakat masih memiliki pakem dokter seperti itu. Secara dari kecil saya sudah akrab dengan seorang dengan dokter bertampang galak dan emang galak  :)   saya pun berasumsi tipe dokter itu gak jauh jauh dari papa saya.

Namun, lambat laun persepsi itu  berubah, dimulai sejak televisi swasta kita kebanjiran serial film berseri. Emergency Room (ER) contohnya, ngeliatin mukanya George Clooney yang teduh dan menenangkan itu, mungkin kalau saya sakit liat dia, aih aih sakit saya bakalan hilang seketika (hihi, ya  ya hiperbola emang).

Kemudian diracuni oleh Lia, dalam waktu 2 minggu saya terpana melihat kegantengan dan keseksian dari seorang dr. Christian Troy *ihik*  Serial Nip/Tuck ini cukup menarik untuk disaksikan, mulai dari konflik kedua tokoh utamanya, maap saya lupa nama dokter satunya, kemudian cerita cinta yang buletisasi dan juga niatan instan para pasien untuk mendapatkan tubuh indah bak america’s next top model. Fiktif memang, tapi terkadang gak jauh beda dengan dr 90210 yang terkadang saya liat di E! Tapi sampai saat ini kenapa season ketiganya belum ada di pasaran ya? *sigh*
 
Dokter lain yang juga tak kalah mengundang selera adalah dr. Derek Shepherd, salah satu chief bedah dalam serial Grey’s Anatomy. Film yang mengetengahkan seluk beluk kehidupan residen bedah. Berbeda dengan Nip/Tuck, Grey’s Anatomy dapat membuat saya tertawa dengan dialognya yang ironis sarkastik.

Masih ada Srubs, serial yang mengetengahkan suka duka mahasiswa kedokteran dan juga dr. House klo ga salah yang sampai saat ini saya belum dapet pinjaman, bagi yang berkenan meminjamkan, saya terima dengan senang hati dan lapang dada. *ketip ketip penuh harap* Oia, masih ingat Dougie Howser, M. D.? *bener gak sih nulisnya* tapi yah itu tadi ngeliat tampang dokter jenius dengan tampang mirip vokalis letto saya jadi males nontonnya :)

Yang jadi permasalahan, bisa gak ya, pria pria eye candy itu ada di hadapan kita dan berkata, “Sakit apa? Ada yang bisa saya bantu?” :D
Dan secara saya wanita biasa, maafkan saya tidak mencantumkan dokter dokter wanita yang indah dilihat kaum pria ;)
*terinspirasi dari artikel Kompas, investasi mahal seorang calon dokter*

Eniweiii… Kapan lagi ya televisi swasta kita menayangkan serial yang sekarang hanya bisa diperoleh melalui DVD bajakan? Niat mulia mendukung pemerintah menentang pembajakan sih iya iya saja, tapi membaca saja saya sulit, apalagi membeli DVD original *halah*  Jaman saya berusia belasan tahun, sepertinya gampang banget menonton pilem bagus bermutu tinggi yang cukup menyehatkan jiwa raga, seperti Growing Pains, Out of This World, Full House, sampai Miami Vice *habis ngeliat duet Colin Farrell n Jamie Foxx* :) Sekarang pemirsa sudah harus puas dengan Desperate Housewives dan sinetron2 yang cukup memberikan “warna” bagi sejarah pertelevisian kita. Sepertinya ada yang salah dengan penonton Indonesia *masih kecewa Gea keluar*

Menghitung hari

Posted in sketsa hati by mollie on August 10, 2006

Semenjak bulan Agustus, tiap malam sebelum tidur, saya menghitung hari *backsound lagunya KD* beberapa hari lagi saya akan pulaaaaang… Bali, here I come!!
Kepulangan saya kali ini tidak seperti kepulangan saya yang sebelum-sebelumnya, dikarenakan saya akan pulang bersama teman2 dan naik mobil pula. Sepertinya akan menjadi perjalanan yang menyenangkan dan tak terlupakan ;) Rencana kegiatanpun sudah dirancang jauh-jauh hari, karena saya pergi dengan Imelda *salah satu mahluk perfeksionis yang pernah saya temui* :) Mulai dari makan oink oink di Ubud, melihat senja di Ku De Ta, menjelajahi pantai Dreamland sampai mengepang rambut di pantai Kuta.

Biasanya saya pergi dengan teman2 yang rata2 berkepribadian go-with-the-flow-entah-ke-mana. Dan tau sendiri apa yang terjadi, rencana baru dibuat pagi hari dan bisa berubah 180 derajat. Contohnya suatu ketika di malam hari yang cerah, secerah suasana hati kami karena akan mengunjungi Planet Hollywood, ehh… Terhadang oleh pertanyaan my lovely daddy.
“Mau ke mana kalian?”
“Ke Planet Hollywood! Mau makan trus jalan2…”
“Tempat apa itu?”
“Yaa, kaya Hard Rock gitu deh, dad”
*tampang polos*
“Hahh!! Cewek2 pada pergi ke tempat begituan? Masuk kalian semua!!”
*nunduk, baris satu satu masuk kamar*

Atau ini….
Setelah puas bercengkrama dengan burung-burung di Bali Bird Park, saya sebagai tuan rumah yang baik, berinisiatif mengajak teman2 berputar-putar Ubud, melihat sawah ataupun pasar Tegalalang. Dan beginilah jadinya menjadi supir yang tidak tahu jalan dan berbekal dengan kemampuan saya yang gampang sekali nyasar dan tersesat, sampailah kami di somewhere-in-Ubud. Tak beberapa lama saya melihat papan ‘Objek Wisata Ubud, Okokan, 500 Mtr’, nah dengan cepat tanggap saya pun segera banting setir menuju ke tempat wisata itu.
Semakin lama jalan semakin sempit. *agak cemas*
“Mol, ini di mana to?”
“Gak tau, kita jalan terus aja ya?”
“Mau jalan ampe mana, wong ini kaya di kampung aja, mana ada objek wisata?”
“Iya, sejauh mata memandang cuma ada sawah ama burung gini aja”
Tak jauh dari salah satu rumah penduduk, terdapat plang putih yang berdiri dengan manisnya, ‘Okokan, tempat damai untuk melihat burung, disewakan teropong gratis’
*whatthe!!*

 Terkadang mendapat bonus kejadian memalukan, di antaranya :
Setiap pulang ke Bali, saya selalu menyempatkan diri datang ke warung rujak kuah pindang langganan, demikian pula yang terjadi beberapa waktu lalu, kami duduk manis memesan rujak sambil bertukar kata dan cerita. *tsaaahh*
Sambil menunggu pesanan datang, tak sengaja mata ini melirik ke tumpukan kacang kedelai di piring sebelah.
“Aih aih, ada kacang kedele! Biasanya ga ada lho beginian. Kalian mau juga gak?”
*comot satu iket*
“Nyam nyam, enak banget, terakhir makan beginian pas SMP, beli di pasar Kreneng”
Kenangan akan masa muda saya terhenti karena ditowel om-om disebelah saya.
“Mbak, enak ya? Itu punya saya mbak, tadi emang beli di pasar. Kalau mbak mau, ambil aja lagi satu iket, gpp koq”
Gusti pangeran… Ampun dah.. Kalo saat itu saya punya aji aji animagus kaya mas Potter, pengen jadi pindang aja biar gak malu…

Ya, selalu ada cerita saat pulang ke rumah tercinta. Selalu ada kenangan manis untuk dikenang. Selalu ada kejadian menyenangkan untuk dibagikan.
Demikian pula kali ini, bagaimana cerita lengkapnya? Nantikan kabar dari saya selanjutnya yah…

Luna Maya?

Posted in sketsa hati by mollie on August 6, 2006

Sedari kecil, saya dan keluarga saya adalah pencinta salah satu mahluk berbulu ciptaan Tuhan yang maha esa, naaaaa… bukann bukan ulat bulu, itu mahluk berbulu yang paling saya benci. Yes, u’re right, dog is a man’s best friend. Quote itu juga berlaku bagi kami. Tidak pernah sekalipun saya tidak memiliki anjing di rumah. Walau sering berantem dalam hal memandikan anjing, memberi makan, kami semua tetap melakukan ritual tersebut dengan hati riang gembira.

Masa SD
Anjing pertama saya, bernama Manis, warna coklat, bertampang cukup manis dan pintar pula. Manis bisa dibilang saksi keluguan saya waktu usia 6 tahun :P Tapi sayang beribu sayang, manis meninggal karena sakit. Kepergian itu membuat kami sekeluarga menangis bombay, terlebih lagi papa saya. Entah karena saking sayangnya atau malas mencari nama lain, sampai beberapa tahun ke depan, setiap anjing yang kami miliki bernama manis.

Masa SMP
Untungnya, kutuk telah dipatahkan, nama anjing kami sudah mengalami peningkatan. Saat itu telenovela di tv swasta lagi pada booming, alhasil anjing piaran kami juga ikut merasakan ketenarannya. 2 anjing kesayangan saya selanjutnya bernama Maria Mercedez dan George Louis :P
Secara pagar rumah saya jarang dikunci, anjing bisa keluar masuk dengan bebasnya, akibatnya Maria Mercedez hilang!! Seminggu, 2 minggu berlalu, sampai akhirnya saya memasrahkan diri merelakan kepergiannya.
Tak disangka, tak dinyana, sebulan kemudian tante saya menemukan si Maria Mercedez sedang berlenggak lenggok dengan manisnya di depan rumah tante yang lumayan dekat dengan rumah saya. Jumpalagiiiiii, teriak tante waktu pertama kali melihatnya. Dan semenjak saat itu, alhasil nama Maria Mercedez turun kasta menjadi Jumpalagi :P *kenapa saya ingat dengan Maisy penyanyi cilik yang sudah tidak cilik lagi ya?*

Masa kuliah
Dengan berlalunya waktu tidak membuat keluarga kami tambah mengurangi kecintaan kami terhadap anjing, Bisa dilihat dengan piaraan di rumah yang selalu bertambah. Saat ini , kerajaan anjing saya di rumah saya, diketuai oleh sepasang sejoli bernama Rocky n Elly. Tahun lalu, Elly melahirkan 6 ekor anak, namanya Sally, Ogi ogi, Bova, Kelvin, Ramos, dan Graciella. Ogi ogi, saya yang memberi nama, coz dia ini super duper gendutt dan suka sekali makan, sampai badannya paling besar jauh melebihi saudaranya yang lain. Nah, di Bali, setiap hari raya Nyepi, diadakan arak-arakan patung besar yang disebut ogoh-ogoh. Atas dasar itu, saya menyebut anjing kesayangan ini Ogi ogi, yang juga merupakan nama panggilan mantan pacar teman dekat saya :) ogi ogi
Lain halnya dengan Bova,
“Anjing koq dikasih nama Bova? Kaya jenis tanaman aja!”
“Loh, nama Bova itu keren lho”
“Halahh, keren darimana? Koq mengalami penurunan gini nama anjingna”
“Jangan, Mia gak tau ya, bova ini kepanjangan dari Natalie Glebova

sally

*keluh* kenapa bukan nama saya saja yang seperti itu ya?? Sepertinya bukan hanya tehnologi yang berkembang pesat, nama anjingpun demikian, tidak lagi doggie, item, bleki, brownie, and including mollie :)

Bulan Juni lalu, Elly kembali melahirkan 5 ekor anak anjing, kali ini namanya juga tidak kalah dahsyat. JJ dari kata Junior yang notabene juga nama dari keponakan teman saya, Lita dan juga nama panggilan dari anjing milik Petty :) Kemudian Shella, Chika, Luna, Maya, entah kenapa yang dua belakangan ini cukup mirip dengan bintang Lux yang baru. Mungkin celebrity syndrome sedang melanda keluarga kami, jadi penasaran nama anjing saya selanjutnya, Tora Sudiro? Dian Sastro? Atau Nadine ya?

The Match Maker

Posted in sketsa hati by mollie on August 1, 2006

Entah karena umur saya yang sudah beranjak dewasa :D dan masih single terselubung gak jelas begini, terkadang ada saja teman saya yang berbaik hati mengenalkan teman-temannya pada saya.
Bingung dan dilema juga waktu nanggepinnya.
‘Mol, masih jomblo kan? Aku kenalin temenku ya? Baek, ganteng,setia, seiman, pokoknya yang kamu banget deh!!’
*garuk-garuk kepala* emang pada tau yang mollie banget itu kaya gimana??
Kalo bilang iyaa, kesannya ga laku amat dan desperado bandidas gini.
Kalo bilang enggak, belagu banget, sok cantik, walau emang cantik sih *ihikhik*
Biasanya saya jawab, ‘Iya deh, boleh… Kenalan aja kan?’

*Kejadian pertama*
Valentine tahun lalu, saya dikenalkan dengan teman dari temannya mantan saya. Ya, paling tidak, dia tau’lah, tipe pria yang saya mau yang seperti apa. Dan kami akhirnya janjian ketemuan di Gunung Agung, tempat yang aman dan sesuai menurut saya, karena dari situ bakal keliatan, si lelaki ini suka baca ato nggak, yang merupakan salah satu kriteria saya dalam memilih sang belahan jiwa.
Jreng Jreng…
Akhirnya ketemuan, di mana lelaki tersebut memakai kemeja yang ‘agak-agak ketat’, i dun know how to describe it, seems-like-a-flower-or-sumthin-like-it di sebelah kiri kantong kemejanya, kancing terbuka satu, choker n sepatu.
Saya…. jeans n kaos, tas slempang plus sandal trepes.
Yeah rite…
Err.. bukannya gimana, saya agak2 ilfil kalo liat pria yang terlalu rapi n dandy, plus lagi dia tidak tahu apa itu buku Da Vinci Code.. *coret deh*

*Kejadian kedua*
Perkenalan dengan ponakan dokter gigi tempat saya bantu2 gawe.
‘Waaah, mia masih single ya, aku kenalin ama ponakanku ya. Ganteng, baik, jujur, tidak sombong plus sudah ada rumah kecil2an, cukup untuk membina rumah tangga lho…. Mau ya? OK? Gimana?’
*ketip ketip*
‘Berapa nomer HPmu, aku suruh dia telpon kamu deh…’
*agak2 melotot sambil senyum manis*
‘Oia, aku kan punya nomermu, nanti aku kasih dia, sekarang aku telpon dia suruh ke sini aja ya?’
*oh mama oh papa*
Lalu menelponlah tante ini kepada ponakan yang ganteng dan siap menikah ini. Sayup2 kedengeran pembicaraan mereka.
‘Iya, cocok koq buat kamu. Kamu ke praktekanku aja ya, mumpung mianya masih ada di sini. Aku tungguin kamunya.’
‘blablablabla….’
‘Iya, orang Bali, baik koq. Anaknya tingginya standar, rambut sebahu n kacamataan.’
‘blablablabla…’
‘Owh gitu? Ooo.. Ya sudahlah kalo gitu’
Saya menanti dengan harap2 cemas, aduh, mau bilang apa kalo ketemu, kenal juga nggak.
‘Mia, maaf ya.. Ponakanku gak jadi dateng ke sini. Tadinya sudah mau berangkat, tapi dia gak mau ketemu kamu, soalnya kamu pake kacamata’
*saved by the glasses mode on* neva mind… I look smarter with my glasses ;p

*Kejadian ketiga*
Habis menonton pirates, yang menurut saya agak2 mengecewakan, untung aja ada Mas Johny Depp. Saya ditelpon, kali ini oleh mantan pacar teman dekat saya dulu.
‘Mi, mi, kamu masih single kan? Masih cari calon suami kan? Nih, aku kenalin ama temenku ya?!!’
‘Eh, sabar atuh mas, iya siy, tapi gak segitunya kaleee’
‘Yawdah, kamu langsung ngomong ma anaknya ya?’
*keluh*
Dan, beginilah kalo sang wanita lagi sariawan segede permen fross, gak minat ngomong, sang pria berbicara tidak jelas dan ngotot pengen ketemu, tapi gak tau mau ngomong apa…
Sang wanita bertanya, kerja apa?
‘Tukang sampah’, ujar sang lelaki…
Hhh…. ya ya ya.. Lucu banget pria satu ini..
Dan sekali lagi perkenalan kali ini lewat begitu saja. Saya gak keburu-buru koq, Tuhan pasti kasih tepat pada waktunya, the best is yet to come… Meminjam kata sepupu saya, He’s not too busy for my love life.


Ya gak Nia?
Buat Rania, teman saya yang cantikk, yang sedang menikmati keberhasilan proses kenal mengenalkan ini.. I’m happy for you, dear!